Review Film The Red Sea Diving Resort 2019

Banyak orang-orang yang selalu menunggu datangnya film baru di bioskop. Hal ini tentunya bukan tanpa asalan, mereka memang ingin mendapatkan sebuah tontonan baru yang menghibur dan menyenangkan. Terlebih ketika bisa datang besama dengan teman, keluarga atau pasangan ke bioskop untuk melihat film favorit ynag telah dinantikan sejak lama. Hal tersebut juga telah mendorong sebagian sutradara film lebar mengupayakan sebuah film epic yang mudah diterima oleh semua kalangan. Sehingga mereka yang telah menantikan film baru tidak akan kecewa saat menontonnya. Sama halnya ketika film The Red Sea Diving Resort munculkan cuplikannya. Banyak orang yang sudah menantikan film ini ditayangkan pada layar lebar bioskop.

Ditahun 2018 yang lalu, BBC membangun sebuah reportase tentang pergerakan Israel dimana terdapat aksi penyelundupan ribuan orang Yahudi Etiopia di 1970-an hingga 1980-an. Hal tersebut, terungkap bahwa terdapat salah satu bagian yang diupayakan oleh Mossad (badan intelijen Israel) saat menyewa resor di Sudan dan menyamarkan misi yang mereka bangun. Dari sanalah fil ini diadaptasi oleh sutradara Gideon Raff dalam pembuatan film The Red Sea Diving Resort. Secara resmi, Film orisinal Netflix ini sudah dirilis pada tanggal 31 Juli 2019 lalu, dan Anda bisa download film The Red Sea Diving Resort di layarkaca21 jika penasaran dengan isi cerita dalam film ini. Dimana menghadirkan kisah seorang mata-mata yang mengemban misi penyelamatan. Mampukah misi penyelamatan tersebut sukses? Anda bisa temukan sedikit jawabannya dengan membaca review The Red Sea Diving Resort yang kami tuliskan berikut ini.

Review Film The Red Sea Diving Resort 2019

Penyelamatan, pengelolan sebagai menipulasi

Bercerita tantang misi penyelamatan dan pengelolaan sebuah hotel palsu, ini benar-benar terjadi. Bisa dibilang itulah adaptasi yang dibuat oleh Gideon Raff dalam pembuatan film The Red Sea Diving Resort ini. Mengutip pada sisi cerita, The Red Sea Diving Resort banyak menghadrikan bumbu-bumbu lain. Akan tetapi, hal tersebut justru membuat film ini menjadi sangat Hollywood sekali. Hal tersebut dapat Anda lihat dimana Vietnam yang menggambarkan buruk pada film Hollywood dalam seri Rambo, justru film satu ini lebih meninggikan orang-orang kulit putih. Disini orang-orang kulit hitam yang akan menjadi korbannya dan penjahat. Namun, Michael K. Williams (12 Years a Slave) dimana ini menjadi Kebede Bimro dan sebagai orang Etiopia yang ikut membantu selundupkan warganya memiliki jatah sangat minimal banget. Chris Chalk (dipernakan oleh Kolonel Abdel Ahmed) yang ditujukan terlihat sangat berbahaya dan mengancam, namun tampak hanya menjadi lelucon.

Misi berbahaya namun tampak mudah

Bisa dibilang misi penyelamatan di film ini sangat berbahaya. Akan tetapi, beberapa karakter justru anggap misi tersebut sebagai lelucon di awal verita. Meski demikian, hal tersebut membuat penyamaran mereka terbilang sangat sempurna. Namun, semuanya tidak semulus apa yang diharapkan pada film ini. karena tidak tersampaikan dalam film The Red Sea Diving Resort. Film ini justru terlihat terlalu fokuskan pada resor dan orang-orang kulit putih. Sehingga membuat fokus dari permasalahan ini melenceng jauh. Mulai dari orang-orang Yahudi yang ada di Etiopia mereka mencari suaka ke Negara Israel dan mengapa pemerintah Israel ikut membantu mereka. Mungkin bisa dikatakan bahwa film ini inging main aman atau tidak, namun memang sangat jelas tidak ada unsur politis yang diangkat.

Plotnya sangat berkesan

The Red Sea Diving Resort menjadi salah satu film yang sangat berkesan dimana menampilkan agen mata-mata. Karena plot yang di bangun dalam film ini mirip dengan film aksi yang lebih menyenangkan namun berkesan. Tidak hanya itu, sosok Chris Evans (diperankan oleh Ari Levinson) disini tidak dapat lepas dari pesona Captain America dengan naskahnya. Di film ini, Anda akan melihat bagaimana gaya kepemimpinan Cap dimana membuat Tony Stark menjadi kesal. Hasilnya mengantarkan Chris Evans menjadi person in charge do misi penyelamatan tersebut sepenuhnya tidak aman. Tidak adanya unsur politik di film The Red Sea Diving Resort menjadikan film ini terlihat sangat murni melihat unsur kemanusiaannya.